Selasa, 22 Desember 2015

Perbedaan Budaya Inggris dan Indonesia

Contoh – contoh perbedaan antara Budaya Indonesia dengan Budaya Inggris (Barat)


1.    AGAMA
Masyarakat Indonesia memeluk agama Islam, Hindu, Buddha, serta keyakinan animisme dan dinamisme sebelum kedatangan bangsa asing. Agama baru yang dikenalkan mereka adalah Kristen Katolik yang dibawa oleh kaum Portugis yang disebut misionaris, serta agama Kristen Protestan oleh Belanda yang disebut zendeling.
Penyebar Kristen Katolik yang terkenal ialah, Fransiscus Xaverius. Ia seorang Portugis. Ia menyebarkan agama Kristen Katolik dengan membawa lonceng di tangannya, mengumpulkan warga, dan memerintah kepada pengikutnya untuk mengajarkan kepada orang lain secara berturut-turut. Xaverius juga berhasil membaptis ribuan orang di wilayah Maluku. Agama Kristen Katolik berkembang di Maluku, NTT, Sulawesi Utara, Pulau Siau dan Sangir.
Golongan pembaharu Kristen memisahkan diri dari Gereja Katolik Romawi disebut Protestan. Para penyebar agama ini deisbut zendeling. Merka adalah orang Belanda. Mereka juga mendatangkan guru-guru Injil dan pendeta-pendeta dari Belanda, mendirikan sekolah-sekolah, dan membiayai upaya penerjemahan Injil ke dam bahasa setempat.
Agama baru tersebut berkembang di Indonesia bagian timur. Kedua agama ini memiliki gedung tempat ibadah yang disebut gereja. Seni bangun gereja Katolik mengikuti gaya Romawi dan Gotik, sementara Kristen mengikuti tradisi arsitektur masyarakat setempat.

2. Adat Istiadat
Adat istiadat Inggris (barat)  sangat berpengaruh terhadap masyarakat Indonesia. Ciri-ciri adat Inggris  yang mempengaruhi kehidupan bangsa Indonesia :
a.      Tata cara bergaul antar anggota masyarakat Indonesia adalah feodalisme, tapi budaya Inggris justru bersifat bebas dan demokratis. Pergaulan wanita & pria, orang tua & muda, terbuka dan bertanggung jawab.
b.      Model berpakaian masyarakat Indonesia hanyalah kain yang dililitkan di tubuh. Masyarakat belum mengenal pakaian pantas. Jika model berpakaian ala Inggris, adakalanya berpakaina tebal dan kadang tipis. Pakaian Inggris lelaki berupa setelan jas yang berdasi dan bersepatu, sedangkan untuk perempuan pakaian rok dan blus serta bersepatu.
c.       Gaya perkawinan bangsa Inggris terkesan glamor, sementara masyarakat Indonesia sederhana dan masih ada perjodohan.
d.      Negeri penjajah berbentuk kerajaan dan mendukung pemberian gelar kebangsawanan.
e.       Budaya Inggris yang ditularkan ialah rasionalisme, yaitu kebenaran sesungguhnya dan berasal dari akal menusia. Dengan begitu, masyarakat Indonesia menjauhi kepercayaan takhayul.
f.       Budaya Inggris ialah sangat disiplin dan menghargai waktu, sehingga masyarakat Indonesia bisa bekerja lebih baik.
g.      Bangsa Indonesia, umumnya memiliki sifat saling kerjasama, namun budaya Inggris menularkan sifat Individualisme, yaitu mementingkan pribadi sendiri.
 
3. Pendidikan
Sebelumnya, masyarakat Indonesia belum mengenal  pendidikan berijazah. Namun, Bangsa Inggris mendirikan sekolah-sekolah dan menerapkan pendidikan dualisme. Dengan begitu, banyak kaum terpelajar dari Indonesia dan memelopori pergerakan nasional. Adanya pembagian jenjang pendidikan (dasar,menengah, dan pendidikan tinggi).
 
4. Kesenian
Peninggalan kesenian dari bangsa Inggris, meliputi seni bangun, music, sastra, tari dan rupa. Indonesia belum mengenal music keroncong, namaun setelah kedatangan Portugis, masyarakat Indonesia sering memainkan musik keroncong. Seni Sastra mulai berdiri Komisi Bacaan Rakyat. Seni tari cara inggris yaitu tari berpasangan pria-wanita. Seni Rupa berupa patung di gereja-gereja.
 
5.  Sistem Pemerintahan
Sistem pemerintah Indonesia sebelumnya ialah, kerajaan di setiap daerahnya, namun seusai kedatangan bangsa Asing menjadi sedikit ada perubahan. Contohnya, system pemerintahan yang diwariskan bersumber pada ajaran Trias Politika yang membagi kekuasaan Negara menjadi tiga, yaitu : legislative (pembuat undang-undang),eksekutif (pelaksana undang-undang), dan yudikatif (pengawas). Tata pemerintahan Trias Politika di Hindia-Belnda :
a.      Pembentukan Volksraad (dewan perwakilan rakyat)
b.      Penyusunan struktur pemerintahan sentralisasi, mulai dari pemerintahan pusat hingga kecamatan.
c.       Pemberian nama jabatan penting.
d.      Mendirikan pengadilan tinggi dan pengadilan negeri.

Question Tag



QUESTION TAG
Is a small question at the end of statement.
Function : Making sure the information is correct or to see agreement.
Compare ( bandingkan ) :
Yes/ No question
Student A : Do you know Sule?
Student B : Yes, I do or No, I don’t
( Student A has no idea. So he/she is looking for information )
Question Tag
Student A : You know Sule, don’t  you?
Student B : Yes, I do or No, I don’t
( Student A believes that student B knows Sule and student A just wants to make sure student’s B idea is correct )
● The subject in QT are:
   ( I, You, They, We, She, He, It, One, There )
   Ex : My friends are in the classroom, aren’t they?
Statement  , QT ?                    => formula : Aux + S
Simple formula :
J If statement (+), Qt  (-)
    Ex :  Dodi writes a letter, doesn’t he?
            They have been driving a car, haven’t they?
            Neneng will sing a song, won’t  she?
Keterangan :
~Untuk membuat Qt, maka Auxiliary ( kt. Bantu ) yang dipakai adalah auxiliary yang    pertama.
~Jika menggunakan nama orang ketiga tunggal, maka Qt’ nya harus menggunakan kata ganti orang ke-3 tunggal pula. ( she, he )
~Khusus untuk I am, maka QT’nya menggunakan “are” jika statement ( + )
Contoh:    I am clever, aren’t I ?
Jika statement (-) menggunakan “am” :
Contoh : I am not a singer, am I ?
J If statement  (-), Qt (+)
    Ex :  I don’t have a car, do I ?
            We aren’t playing football, are We ?
            Ita can’t climb the tree, can he



J If statement has meaning (-), Qt must be (+)
The words that have meaning (-) are:


Never                : tdk pernah
Seldom : Jarang
Sometimes       : Kadang- kadang
Impolite            : tidak sopan
Impossible        : tidak mungkin
Absent : tidak hadir
Rarely               : jarang
Hardly               : dengan keras
Few/ little          : beberapa/ sedikit
Unlucky            : tidak beruntung
Unfair               : tidak adil
Un justice          : tidak adil
Dislike             : tidak suka
Disagree           : tidak setuju
No/ any : tidak


   Ex :   Joko never takes a bath, does he?
            He is impolite, is he?
            She sometimes sleep in the class, does she?
Catatan :
(-) No one/ No body                  jika menjadi subject, maka Qt nya menjadi “they”.
(-) Anyone                                 ex: No one is calling her, are they?
(+)Someone                              jika menjadi object, maka Qt nya kembali ke aux dan subject awal yang dipakai
(+)Everyone                              Ex : Arifin is calling no one, is he?

(-) Nothing                                 jika menjadi subject, maka Qt nya menjadi “It”
(-) Anything                               ex: Nothing eats my fish, is it?
(+)somrthing                             sedangkan jika berada di object, maka kembali ke aux dan subject   awal yang dipakai.
(+)Everything                            ex : Mery eats nothing, is she?
J Commond ( perintah )
Rumusnya….V1 + O ! ( we may use +/- Tag. “Will you/ won’t you” )
Open the door, will you?
Study hard, won’t you?
Mengapa memakai subject You?
Karena kembali ke orang yang diajak bicara.
JProhibition ( larangan )
Rumusnya…Don’t + V1 ( we may use +/- Tag. “ will you/ won’t you” )
Don’t  smoke, will you?
Don’t  sleep, won’t you?



JInvitation ( ajakan )
Let’s ( Let us ) => we must use Tag “ Shall we”
Let’s dance together, shall we?
Let’s do it, shall we?

  J This ; ini                              maka Qt nya “It”
    That  : itu                               This is a book, isn’t  it ?
                                                That is a pen, isn’t it?
JThese : ini( jamak )      maka Qt nya “ they” dan aux “ are”.
    Those           : itu (jamak)       These are your cars, are they?
                                                Those are my books, are they?
JThere is : ada untuk benda tunggal
    There are: ada untuk benda jamak
    Maka Qt nya “There”
   There is a snake, isn’t there?
   There are two handsome boys here, are there?
J If there is a word “only” we may use +/- Tag.
    Ex: He is only in my heart, is he/ isn’t he?
           They are only my best friend, are they/ aren’t they?
J I + you, we, they, he, she,      = We
    We+ you,I,they, she, he         = We
    You + they, she, he               = You
    She + he                               = They
Ex : He and I are going to market, are we?
        You and she want to study English, don’t you?
        She and he will come here, won’t they?

How to Improve Our English



HOW TO IMPROVE OUR ENGLISH
There are many things that we can do to improve our English. which one are the best things for us will depend on the things such as our current English skills, where we live and whether our first language and here I’ll try to give you 6 ways to improve our English.
First, Take a class
Decide whether we want to enroll our English class. These classes are available through schools or community education programs in many parts of the world.
Second, Use English Daily
            If we are living in an English speaking country, we have many chances to improve our English outside a class. for example, if we have children who are learning English at school, we can improve our English by talking to them in the language and helping them with their English homework.
Third, Use Learning Tools
            Many products that we can use to improve our English, including tutorial books, recordings and computer programs.
Forth, Watch Movies With Subtitles.
            If English is not our first language, consider watching movies that are in English, with subtitle in our native language. Another option is to watch movies in our native language, with English subtitle.
Fifth, Keep Reading.
            Reading books and news in English can really help us improve our English. It can be beneficial to choose topics in which we are specially interested, which not only will increase our motivation to read, we also will be more familiar with the subject and might be able to understand the material better.
Sixth, One Word At a Time
            If we want to increase our English vocabulary, it can be helpful to focus on learning a few words at a time. For example, we can learn one new word every few days and look for opportunities to use them in conversation. We also can look and listen for words that we don’t know, write them down, then look up their meaning later.
            One of the best things to do, however is to read, write and speak English as much as possible. The more we practice the language, the more likely we are to improve our English.
            Keep spirit in improving English, and show to the world that we can do the best for us, our life and our future. GOOD LUCK!!!